Friday, November 21, 2008

LOCAVORE CARA SEHAT HIDUP HEMAT


Akhir akhir ini setiap orang mengalami dampak dari resesi dan setiap orang menghitung setiap sen yang dimiliki. Banyak cara ditempuh untuk hidup hemat, bahkan di Perancis ada sebuah situs internet yang mengajarkan bagaimana menjadi orang pelit.

Di sini saya tidak akan membahas bagaimana menjadi orang pelit, melainkan menjadi sehat dan hemat. Mungkin beberapa hal yang saya paparkan tidak sesuai dilakukan di Indonesia, namun buat yang merantau ke negeri orang, beberapa tips ini mungkin akan berguna.

Makan bahan makanan lokal.

Pembaca termasuk saya sendiri, kalau sudah mulai home sick, yang pertama dicari adalah makanan Indonesia. Di dunia serba global ini, kita dengan mudahnya mendapatkan bahan makanan Asia di supermarket terdekat. Dan yang paling mudah didapat dan mudah dibuat adalah Indomie. Biarpun harganya 3 kali lebih mahal dari harga di Indonesia, kita dengan senang hati memasukan beberapa bungkus ke dalam keranjang. Tapi apakah kita pernah bertanya kenapa harganya bisa melambung tinggi seperti itu? Tentu saja, karena harga tersebut termasuk pajak, biaya angkutan. Dari Indonesia, mie tersebut tersebut dibawa dengan kontainer ke Prancis, tentu saja menggunakan kapal laut. Berapa liter bahan bakar yang digunakan untuk sebuah kapal mengarungi benua satu ke benua lainnya?

Untuk itu alangkah baiknya kita mulai memikirkan untuk makan bahan makanan lokal. Selain menghemat uang, juga ramah lingkungan.

Bagaimana kalau memang sudah ngidam berat makanan Indonesia? 

Kalau saya pribadi adalah dengan memasak bahan makanan lokal dengan bumbu Indonesia. Misalnya, ikan macquerel sebagai pengganti ikan tenggiri untuk membuat pempek; atau daun chard alias blette dalam bahasa Prancis sebagai pengganti daun singkong dan sawi. Kadang juga saya mengganti santan kelapa dengan susu. Sayangnya saya masih belum menemukan pengganti untuk bumbu dapur, sehingga saya masih juga menggunakan jahe, kunyit dan laos yang saya bekukan di kulkas.

Makan makanan sesuai dengan musim

Sejak bekerja membantu keluarga berjualan buah dan sayur di pasar, saya mulai mengetahui musim untuk sayur dan buah di Eropa.

Berikut adalah beberapa contoh buah dan sayur yang sebaiknya dikonsumsi sesuai musimnya :

Januari  : Labu kuning, jeruk

Februari : Kembang kol, apel

Maret : Chicoree, pomelo

April : Bayam, strawberry

Mei : Kacang polong, cherry

Juni : Jagung, pir

Juli : Tomat, apricot

Agustus : Buncis, rasberry

September : Seledri, peach

Oktober : Lentil, orange

November : Kol, anggur

Desember : Jamur, walnut

2 comments:

bambang said...

Salam, mBak Bea. Senang sekali saya menemukan blog Anda dengan topik locavore ini. Gara-garanya, kemarin saya dengar keluhan penjual mi ayam di Wonogiri, bila harga cabe rawit masih seratus ribu per kilogram. Bahkan ada yang mencapai 250 ribu/kg.

Temuan itu yang mendorong saya nulis untuk milis komunitas EI saya, juga untuk blog. Ketika mengetikkan "locavore indonesia," ga sangka saya bisa sampai ke Perancis, memergoki blog mBak Bea ini. Lalu saya buat link, dengan harapan ajaran luhur Anda tentang locavore itu bisa saya tularkan kepada banyak khalayak di tanah air.

Bila ada waktu silakan cek Revolusi locavore, harga cabe dan EI kita. Terima kasih. Sukses selalu !

MissBea said...

Salam locavore, mas Bambang! Terimakasih sudah mampir di blog saya, saya ikut senang karena tulisan ini bisa bermanfaat dan merasa tersanjung sudah dibuatkan link di blog mas Bambang. Semoga saja makin banyak yang tersentuh & mulai mempertimbangkan untuk memnbeli sayur di petani terdekat. Saya akan cek blognya mas, trims !